Tulisan Bebas


TETAP SEHAT WALAUPUN DI RUMAH

       Terhitung sudah 7 bulan lebih kita mengalami musibah dunia ini yang entah kapan selesainya, selama masa karantina sesuai peraturan pemerintah tentu kita di wajibkan berdiam diri di rumah, bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan semua kegiatan di lakukan dari rumah membuat kita jenuh dan pegal karena ruang kerja terbatas. Ingin nekat keluar rumah sekedar jalan-jalanpun takut, beresiko tertangkap petugas yang berpatroli mencari masyarakat nakal pelanggar peraturan yang merasa kebal virus atau merasa virus covid-19 ini tidak ada keberadaanya alias hoax, alhasil sering kali kita membuat kegiatan dalam menghibur diri di rumah masing-masing. Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi bersama warga RT yang tanpa lelah mencari kegiatan untuk mengusir rasa bosan. Bermain bulu tangkis bersama tetangga misalnya, tentu kegiatan ini masih mematuhi protokol kesahatan covid-19 pada awalnya. Cara bermainnya mudah dan sama seperti main bulu tangkis pada umumnya, yang berbeda dari permainan ini ada pada letak lapangannya, kita tidak membutuhkan lapangan yang luas atau lapangan bulu tangkis pada umumnya, lapangan yang di butuh hanya sebuah tanah petak pada halaman rumah salah seorang tetangga yang di tengahnya di ikat dengan tali rafia sebagai net lapangan. Atau jika bosan dengan suasana lapangan kita bisa pindah ke tengah jalan, eits tentu ini didak terlalu membahayakan karena masih di jalanan kampung yang sepi kendaraan, apalagi biasanya setiap pengendara yang liwat akan berhenti guna menonton pertandingan bulu tangkis tingkat rumah-rumah ini. Kegiatan ini selain menyehatkan juga dapat mengakrabkan diri antar tetangga, pasalnya tetangga yang biasanya jarang di rumah atau terlalu sering ada di dalam rumah akan keluar ikut bermain bulu tangkis maupun sekedar menonton sembari berbincang dengan tetangga lainnya. Tentunya kegiatan ini menimbulkan kerumunan, namun masyarakat perkampungan atau daerah yang jauh dari perkotaan banyak yang tidak mempercayai virus ini jika orang sekitar belum ada yang terinfeksi covid-19 atau pihak rumah sakit tidak menggunakan virus ini sebagai bisnis. Oke ini bukan ranah kita membahas pro dan kontra penanganan virus covid-19 ini, jadi kita tinggalkan pembahasan tentang virus nya dan mulai membahas olahraga yang dilakukan masyarakat saat masa daring.

 

        Selain bulu tangkis, olahraga volly juga digemari banyak digemari masyrakat, tentu satu jenis olahraga saja cepat membuat bosan. Untuk olahraga volly itu sendiri memiliki lapangan asli yang berada di tengah sawah berupa sepetak tanah sawah berlumpur yang di timbun kerikil, tanah biasa kemudian lapisan paling atas di timbun pasir pantai, semuanya di lakukan oleh warga kampung sendiri dengan swadaya masyarakat. Begitu juga dengan bola vollynya, pada awalnya warga menggunakan bola plastik seharga Rp. 6.000- yang biasa di jual di warung-warung dekat rumah, kemudian warga melakukan tarikan dana seikhlasnya untuk membeli bola volly. Alhasil semua warga ikut berpartisipasi bermain volly, setiap hari nya lapangan volly selalu di gunakan baik itu bapak-bapak, ibu-ibu, remaja maupun bocah sekolah dasar yang ikut meramaikan lapangan. Para remaja kampung yang melihat fenomena ini tentu tidak tinggal diam, mereka membentuk 2 tim volly putra dan 2 tim volly putri untuk di ikut sertakan dalam lomba antar karang taruna kecamatan. Untuk saat ini lapangan di fokuskan untuk para remaja latihan perlombaan volly antar kampung, dan semoga saja dapat merai kemenangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gabut 88. Dunia Perbawangan

Gabut 69

RENCANA JAHAT