Postingan

Gabut 14

  Caatan Harian si Dina, Kamis 05 November 2020. Cerita di mulai ketika aku selesai menulis blog kemarin, aku di ajak mamaku ke rumah salah satu tetangga beda RT yang habis hajatan. Karena mama mama mau beli gula 10 Kg di situ untuk bowoh di hajatan yang lain, kebiaasan membeli gula borongan di rumah orang habis hajatan sudah biasa bagi warga perkampungan seperti rumahku ini. Karena harga lebih murah dan barangnya sudah ready . Hal ini juga di sebabkan karena musim hajatan biasanya persediaan gula di warung maupun toko jadi terbatas bahkan habis, harga gula pun melonjak drastis. Setelah mama membayar uang gula, aku dan mama lanjut ke toko gerabah. Karena gulanya sudah di antar siang tadi oleh tetanggaku yang juga beli gula disana. Sesampainya di toko gerabah mama memilih milih pot bunga yang lucu lucu. Tidak tahu kenapa semenjak pandemi Covid-19 ini mama papaku jadi maniak menanam tanaman apapun. Yang bibitnya mencari cari dari dimanapun asalkan itu langka mama papaku akan menanam...

Gabut 13

  Catatan Harian si Dina, Rabu 4 November 2020. Cerita di mulai saat aku selesai menulis blog kemarin, aku lanjut baca Wattpad . Tidak tahu kenapa hari ini cerita Wattpad sedih semua, aku sampai nangis terus terusan. Sampai sampai hidungku tersumbat karena banyak nangis. Awalnya sih rencanaku mau belajar make up karakter malam ini, tapi aku sedang males banget jadinya tunda besok saja deh. Menjelang pukul 21.00 WIB aku ikut berghibah bersama kedua orangtuaku dan kembaranku. Kemudian aku lanjut baca Wattpad dan scroll Tiktok di Instagram , dan tertidur pada pukul 22.00 WIB.paginya aku bangun seperti biasa dan setelah sholat subuh menyapu halaman, setelah cuci tangan dan cuci kaki aku lanjut tidur. Aku bangun pulul 07.00 WIB di bangunkan papa karena katanya papa mau ke Mojokerto. Papa berangkat pukul 08.30 WIB setelah kembaranku selesai kelas, karena dia ingin ikut. Aku di rumah bersama Reppa dan bundanya, rasanya Reppa semakin hari semakin gemoii saja. Karena sendirian di rumah ...

Gabut 12

  Catatan Harian si Dina, Selasa 3 November 2020. Cerita di mulai saat aku selesai menulis blog kemarin, aku buru buru untuk menyelesaikan tulisan. Karena laptopku akan di pakai anak tongkrongan depan lagi lagi untuk menonton vidio drama kolosal hari sumpah pemuda. Hari kemarin lumayan mendung tapi tidak hujan, seperti kata pepatah ‘ Dekat belum tentu jadian’ J . Sebenarnya malam ini aku di suruh kondangan, berhubung aku tidak di undang dan tidak kenal yang nikah jadi aku tidak mau. Kata mama aku harus ikut kondangan karena biar nanti pas aku nikah juga banyak yang kondangan. Tahu sendiri sistem datang ke hajatan di jawa itu hutang menghutang yang di sebut bowoh , yang gula, uang dan rokok bawaan tamu undangan akan di catatan dan kemudian hari di kembalikan saat tamu undangan mengadakan hajatan. Dan rencananya anak GEMA GAMA yang akan kondangan akan berangkat bersama agar lebih kompak. Benar saja, dari vidio yang di bagikan ke group Whatsapp GEMA GAMA terlihat mereka menjadi pusa...

Hasil Ngobrol Dengan Orang Asing

  HASIL BERBINCANG DENGAN ORANG TIDAK DI KENAL Hari ini aku pergi ke sebuah warung untuk memenuhi tugas, sebenarnya aku kesulitan untuk berbincang dengan orang asing, terlebih dengan orang yang lebih tua. Aku keterbatasan bahasa, aku tidak mahir berbahasa jawa krama. Di warung itu aku bertemu bapak bapak seumuran papaku kurasa, beliau memakai jaket dan mengayuh sepeda untuk menuju warung ini. Dari pembicaraan beliau dan penjaga warung setelah memesan kopi aku tahu beliau habis pulang dari sawah untuk mengecek lahannya disana. Aku mencoba ikut dalam perbincangan karena merasa aneh di hawa sedikit dingin dan kabut seperti ini mengapa malah ke sawah?. Rupanya sawah bapak ini terendam banjir saat hujan semalam yang sangat deras. Di saat pandemi begini penghasilan beliau hanya dari penjualan hasil sawah, tidak ada pemasukan lain. Aku sedih mendengarnya, di luar sana masih banyak orang orang yang mengalami kehidupan sulit, aku seharusnya bersyukur masih bisa hidup enak di saat pandemi ...

Gabut 11

  Catatan Harian si Dina, Senin 2 November 2020. Kemarin setelah aku menulis blog, dan selesai pada pukul 22.00 WIB dan masih ada waktu sebelum deadline aku mengumpulkannya tapi kondisi langit yang hujan deras dan petir membuatku takut menyalakan Wifi . Laptop ku yang di pinjam anak tongkrongan untuk menonton tayangan vidio drama kolosal hari sumpah pemuda kemarin membuatku tidak enak hati untuk menegur karena laptop nya akan aku pakai untuk mengumpulkan tugas. Pukul 23.45 WIB mereka sudah selesai nonton dan mengembalikan laptop padaku untuk mengupulkan tugas karena sudah mepet deadline. Aku meminta bantuan salah satu dari mereka untuk mencolokkan kabel Wifi pada stop kontak. Dengan dada yang bergemuruh sama seperti kondisi langit malam ini aku nekat menyalakan Wifi. Setelah selesai mengumpulkan tugas, laptopku di pinjam Mas Rohim untuk mengirim vidio drama kolosal pada Handphone nya untuk di edit lagi dan di uplod di chanel Youtube Pasukan Mbatin yang selalu aktif menguplod ...

Hasil Berbincang

  Hari ini seusai adzan magrib dikala hujan deras dan ditemani satu mug kopi di kursi bambu teras rumah, aku dan om ku berbincang sederhana membahas topik yang saat ini sedang hangat di perbincangkan. Apalagi kalau bukan GEMA GAMA, organisasi kecil di bawah Karang Taruna yang berada di lingkungan RT ku ini sedang maraknya di perbincangkan warga desa maupun luar desa karena kekreatifitasnya dan kekompakannya. Banjir pujian tidak membuat para remaja berpuas diri, dari hasil berbincang dengan Cak Kim, panggilan untuk om ku, yang merupakan anggota remaja lawas dan bertugas sebagai pengawas di GEMA GAMA. Cak Kim mengungkapkan, bahwa kedepannya para remaja lawas sudah menyiapkan rencana untuk event event yang akan datang. Tahun ini saat mengalami pandemi yang mengharuskan berdiam diri di rumah dan itu membuat meningkatnya komunikasi dengan orang sekitar, bertukar ide dan fikiran. Maka tercetuslah event upacara saat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan masih mematuhi...

Gabut 10

  Catatan Harian si Dina, Minggu 1 November 2020, cerita bermulai saat setelah nemulis blog kemarin. Aku menyelesaikan tugas dengan cepat dan penuh ide di tengah guyuran hujan, karena genteng kamarku nampes menjadikan kamarku seperti gerimis kecil dan mengenai laptopku. Setelahnya aku menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama keluarga di kusi bambu teras rumah, kami membahas masa depan keluarga, politik, lingkungan, ghibah sampai halu bersama, aku selalu bersyukur memiliki keluarga seperti mereka. Setelahnya mama dan papaku ke dapur untuk membuat tettel ketan yang akan di bawa ke acara nikahan tetangga RT sebelah besok. Aku di tawari ketan yang masih hanggat pun mau mau saja kelain aku memiliki ide untuk menkrasikannya, makan ketan hangat saat hujan nikmat juga. Ketan hangat tersebuat aku campur dengan potongan mangga, ide ini aku dapat saat scroll FYP Tiktok di Instagram. Tapi rupanya rencanaku makan ketan hangat dengan potongan mangga harus gagal saat mama meminta dibelikan mi...